Solusi Ketika Nilai Sekolah Anak Jeblok

Usia sekolah memang menjadi fase bagi anak mulai tumbuh jiwa-jiwa kompetitif dan kebutuhan untuk diakui oleh orang lain. arena itu, nilai sekolah adalah hal penting bagi anak untuk bisa mengukur diri dan kemampuannya. Jika dalam hal ini mereka tidak mendapatkan nilai bagus, maka peran orang tua dan guru di sekolah harus mulai berperan aktif.

Jika ternyata di dalam proses mendapatkan nilai tersebut orang tua tidak mendukung, harus bisa dilihat apakah kegagalan sebuah nilai anak berasal dari orang tua atau gurunya. Karenanya, orang tua juga harus tahu prosesnya kenapa anak mengalami nilai yang menurun.

"

Saat penerimaan rapor nilai sekolah yang bagus merupakan hal yang ditunggu. Namun jika anak mendapatkan nilai yang jelek, jangan keburu menyalahkan si anak ya, apalagi sampai mengercilkan hatinya. Sebaliknya, menjalin komunikasi yang baik serta memberi reward ternyata bisa memotivasi anak agar lebih giat belajar."

Jikalau nilai sekolah anak mengalami penurunan, saat seperti inilah orang tua harus bisa memakluminya, berilah pengertian yang bisa dimengerti oleh anak.

Pada dasarnya, dalam proses penurunan nilai anak juga dipengaruhi oleh orang tua dan guru. Ketika nilai yang didapat anak mengalami penurunan, sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil tersebut.

Anak dan Ortu

Saat nilai anak menjadi menurun, orang tua jangan buru-buru menjatuhi hukuman. Orang tua lebih baik mencari tahu penyebab dan harus peka dengan apa yang menyebabkan nilai anak menjadi menurun. Pemahaman seperti ini sangatlah penting bagi orang tua agar dapat menentukan perlakuan apa yang harusnya dilakukan.

Sekolah juga menjadi salah satu faktor dalam membentuk diri anak. Sebab hubungan teman dan guru terdekat anak selama ini dengan lingkungan sekolah. Tentunya hal ini yang paling berperan aktif dalam pembentukan karakter anak selain di rumah. Kerjasama dari ketiga orang ini sangatlah penting.


Komunikasi

Saat anak tidak menganggap bahwa nilai bagus menjadi sebuah kebutuhan, orang tua harus bisa menjelaskan bahwa dalam hal ini anak harus ada kebutuhan untuk berkompetirif. Namun jika anak menganggap nilai bagus menjadi hal yang sangat penting, orang tua harus memberi pengertian kepada anak. Sebab bisa saja proses tersebut disebabkan karena orang tua.



Jangan sampai nilai buruk menjadikan anak tertekan, sedangkan orang tua penyebab anak mendapatkan nilai buruk. Yang terpenting dalam hal ini adalah komunikasi. Dengan berkomunikasi, anak akan bercerita dengan keadaannya ketika ia mendapatkan nilai yang jelek.

Jika anak merasa malu atau menghindar dengan nilai yang didapat, mungkin saja ada konflik yang dialami anak bahwa ia tak nyaman dengan mendapatkan nilai itu. Untuk itu ketika anak sedang mengalami tekanan karena mendapatkan nilai buruk, orang tua harus terus memberikan semangat dan pengertian. Karena anak membutuhkan pendampingan dari orang tua.

Reward

Ketika anak mendapatkan nilai buruk, orang tua juga bisa memberikan reward kepada anak, gunanya adalah untuk memberikan semangat kembali kepada anak. Reward sangat dibutuhkan oleh si anak, namun perlu diperhatikan pula, dalam memberikan reward tidak harus selalu berupa barang dan materi yang berlebihan.

Karena, anak akan berstimulasi dengan reward tersebut. Tak apa-apa jika ortu memberikan reward, namun harus ada komitmen antara ibu dan anak terhadap reward tersebut. Bisa saja pemberian reward yersebut bisa memperbaiki nilai anak, pokoknya asal jangan diberikan werward yang berlebihan.

Pemberian reward sebaiknya berupa suatu hal yang bermakna kebersamaan, seperti memberikan pelukan, pujian atau ajakan berlibur bersama keluarga. Namun dengan catatan anak harus berjanji akan dapat memperbaiki nilai buruknya. Dengan begitu anak juga akan semakin dekat dengan orang tuanya.

Related Posts:

Tanda Bayi Mulai Mandiri Secara Sosial-Emosi

masing-masing bayi memiliki fase yang variatif tergantung gizi, pola asuh dan psikologis bayi itu sendiri. Pada umumnya memasuki  usia lima bulan, tumbuh kembang si kecil tampak pesat. 



Dia semakin paham kegunaan tangan dan kakinya. Minatnya pada hal-hal lain di luar dirinya, sejalan dengan minatnya pada dirinya sendiri. Rasa ingin tahunya mulai tumbuh. Kemampuan melihatnya yang sudah berfungsi dengan baik otomatis meningkatkan minatnya terhadap hal-hal yang ada disekitarnya. 

Sesungguhnya Tanda bayi mulai mandiri meliputi beberapa hal diantaranya adalah lewat sosial-emosi Bayi dengan tanda-tanda berikut :
  • Tak hanya menangis, bayi mulai memunculkan berbagai suara spontan sebagai ekspresi rasa senang atau tidak senang.
  • Dapat memberi tanggapan dengan mengoceh atau tersenyum pada orang dewasa yang mengajaknya bercanda seolah-olah ingin bicara.
  • Mengulurkan tangan minta digendong Bunda atau orang lain yang sudah dikenalnya.
  • Jika ada bayi lain, biasanya ia memberikan respons untuk menarik perhatian. Seperti menjejak-jejakkan kaki, tertawa, main ludah atau melambungkan badannya ke atas-ke bawah.

  • Bisa membedakan wajah-wajah yang tersenyum, suara-suara ramah maupun yang menunjukkan amarah. Itulah kenapa kadang wajah yang kurang ramah juga kurang disukai bayi karena dioanggap tidak bersahabat.
  • Dapat menikmati permainan, baik bermain sendiri dengan benda  atau bermain sosial semisal bermain cermin. Ia akan tersenyum ketika melihat bayangannya di cermin. Bahkan melihat hewan semacam kucing, cicak, bayi juga merasa senang dan bersorak tepuk tangan atau melambai.

Related Posts:

Melatih Anak Mandiri dan Bertanggung Jawab Dengan Tugas Sederhana

Meski Anda memiliki asisten rumah tangga, tetapi melatih anak untuk mandiri dan bertanggung jawab juga selayaknya diberikan dan dimulai dari dalam rumah.


Kadangkala ada orang tua yang terlalu menyayangi Anak hingga tidak boleh berbuat apa-apa di rumah dan tidak dilibatkan apapun dalam tugas rumah, itu adalah cara berpikir yang kurang benar. Karena efeknya Anak akan tergantung orang lain, tidak bisa mandiri, kurang bertanggung jawab pada diri dan lingkungannya bahkan cenderung tidak teratur.


Untuk tugas itu sendiri bisa dmulai dari tugas ringan dan yang pasti harus disesuaikan usia Anak. Sesungguhnya Jika Anda melakukan kegiatan rumah tangga dengan suka cita dan meibatkan anak dalam kegiatan rumah tangga, maka mereka akan meniru cara Anda tanpa keluh kesah. Kebiasaan yang ditanamkan akan melatih Anak Kreatif, mandiri, disiplin dan bertanggung jawab.


Berikut ini tugas rumah sederhana yang bisa dilakukan anak:


Tugas anak usia Balita ( 3-5 Tahun )
  1. Membuang kertas, bungkus makanan, atau sisa-sisa permainan yang berserakan ke tempat sampah
  2. Membereskan mainannya sendiri setelah bermain
  3. Merapikan bantal-guling dan tempat tidurnya
  4. Melipat baju-bajunya, Memasangkan kaus kaki setelah kering dicuci
  5. Membawa piring kotor bekas makan ke tempat cuci piring
  6. Membantu menempatkan cucian piring kerak
  7. Merobek-robek daun selada untuk salad

Tugas untuk anak usia Sekolah Dasar (SD)

  1. Menyapu lantai
  2. Melap meja setelah makan atau melap perabotan rumah lain
  3. Membantu melakukan aktivitas mencuci baju dengan mesin cuci Mencuci piring dan peralatan masak lain (hati-hati dengan pisau dan benda tajam lainnya!)
  4. Menjaga adik yang lebihkecil, memakaikan baju, mengajak bermain
  5. Menggosok lantai kamar mandi
  6. Memasak hidangan sederhana seperti telur mata sapi untuk dirinya sendiri
  7. Menyiram tanaman dengan selang
  8. Membantu mencuci sepeda/mobil/motor

Related Posts:

Tips Menjadikan Anak Istimewa dan Percaya Diri

Untuk membangun rasa percaya diri anak, salah satunya adalh menjadikan anak istimewa sehingga anak akan bahagia dan tumbuh rasa percaya dirinya. Dalam hal ini ada kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan agar tujuan kita tersebut tidak salah dan justru menjadikan anak yang sombong dan manja.



Beberapa tips berikut untuk Menjadikan Anak Istimewa dan Percaya Diri :

 ·       Amati keunikan Anak dan bantu temukan jati dirinya 
     Amati dan kenali anak di usianya yang sekarang: Keterampilan apa saja yang dia kuasai, Apa yang menjadi minatnya. Misalnya Menari, Menyanyi, music, alam, robot, 'baca' buku, melukis. Jika Anda sudah tahu, Anda bisa menawarkan untuk mengikuti les atau memberikan barang-barang yang menunjang minatnya.

·       Pahami cara berpikir Anak saat ia menghadapi masalah
Ada cara membuat Anak merasa bahwa Anda mememahminya dan percaya diri karena merasa diperhatikan dan didukung apa yang menjadi minatnya Jika Anda dapat memahami anak, maka Anda bisa  membantunya  berkembang sesuai dengan keunikan yang ia miliki. Misalnya jika anak suka menari, ikutkan les menari, jika suka membaca maka sediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku cerita sampai ensiklopedi mini.  Rak buku dengan aneka warna untuk  meletakkan buku-bukunya sesuai jenis. Berikan pembatas buku dengan gambar binatang kesukaannya. .

·    Pahami pilihan anak 
     Hanya orangtua yang mengerti anak dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Memahami pilihan anak seperti kegiatan, kesukaan dan hobinya, merupakan bentuk  menghormati anak dan memperlakukannya  sebagai individu yang spesial.  Begitulah yang akan dirasakan Anak juga. Meski tidak selamanya Anda harus setuju dengan kegiatan atau hobinya. Karena ia masih harus belajar tentang mana yang benar dan salah.
·     Ajaklah Bicara tentang hal-hal yang disukai
     Bicarakan hal-hal yang menarik, penting dan dia sukai. Misalnya bila Anak suka Sepak Bola, ajak bicara tentang bola dan siapa pemain idolanya. Jika suka membaca boleh juga cerita tentang buku-buku cerita menarik terutama yang bersifat mendidik seperti para tauladan.

·    Berikan pujian yang tulus dan jujur,  Katakan bahwa dia adalah anak yang istimewa
     Berikan pujian untuk kemajuan perkembangannya, selain membuatnya sebagai anak yang special tapi semakin percaya diri. Berikan pujian yang jujur dan spesifik. Misalnya, katakan bahwa apa yang digambar atau diwarnai anak itu benar dan bagus. Jika ia berhasil mewarnai daun dengan  rapi dan tidak keluar dari garis, ia layak mendapat pujian.  Jangan berikan pujian bila si kecil mewarnai keluar dari garis.
Pola pikir si kecil masih sangat sederhana. Panggilan ‘my sweety’ atau ‘jagoanku’  bisa membuat anak merasa istimewa. Ditambah lagi dengan ungkapan “Bunda sayang sekali dengan jagoan bunda. Kamu adalah orang yang paling berarti untuk bunda.”  Anak akan merasa istimewa atau spesial ketika ungkapan yang tulus keluar dari mulut dan sikap orangtuanya.  Berikan telinga Anda untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh apa saja yang ingin dibicarakan anak kepada Anda, sekalipun lugu dan membosankan.    

·         Berikan waktu khusus Untuk Diskusi atau Tertawa Bersama
Anak  butuh perhatian tidak hanya  lewat telepon atau video call. Sesekali ajak rekreasi,  menonton pertunjukan, bermain ke bandara untuk melihat pesawat terbang atau berenang dan bermain air di wahana air. Selain menambah keeratan juga dapat merangsang pertumbuhan fisiknya saat Anda mengajaknya bergerak. 
Tertawa membuat pikiran Anda lepas dari masalah-masalah yang  merusak  mood  Anda. Tawa canda Anda  bersama anak dapat meningkatkan ikatan yang kuat  antara  Anda dengan anak. Berbagai lelucon atau tebak-tebakan yang memancing tawa memiliki tempat yang sangat berarti di hati si kecil.
Ia merasakan bahwa Anda memperlakukannya sebagai seorang teman yang special dan hal ini juga menumbuhkan rasa percaya diri karena ada Anda tempat berbagi.

·    Rayakan proses keberhasilannya 
     Tidak terbayang apa yang akan dirasakan oleh Anak bila Anda menghargai kerja kerasnya.  Tidak harus dengan perayaan besar, dengan ungkapan “hebat” atau “pintar”, pelukan, ciuman atau memberikan hadiah  yang sudah ia idam-idamkan Perayaan ini tidak hanya berlaku untuk prestasi besar. Prestasi kecil bisa dimulai seperti mau memberi salam kepada tamu Anda atau mendapat komentar yang positif dari guru di sekolahnya juga patut dirayakan. Dengan begitu Anak akan terpacu untuk berlaku positif.
·   Biarkan anak tahu Anda selalu ada untuknya
     Buah hati Anda sedih karena bermasalah dengan salah satu temannya di sekolah. Hampiri dia, tanyakan kenapa ia bersedih. Tawarkan bantuan kepadanya. Jika ia menolak, hargai pilihannya. Sama seperti Anda, anak juga ingin berbagi atau bercerita tentang kesedihannya. Tugas terpenting Anda adalah, Anda harus siap menolong saat dia butuhkan. Sesekali katakan padanya “Bunda siap membantu kamu, lho. Kehadiran Anda  dalam masa sulit membuat anak berpikir bahwa Anda peka pada  suasana hatinya, sayang padanya dan tetap menganggap dirinya sebagai anak yang spesial meski dalam keadaan ‘terpuruk’. Hal ini membuat Anak gampang bangkit dari keterpurukannya karena terbangun rasa percaya dirinya berkat Anda yang mendukungnya.

Related Posts:

Cara Mengembangkan Kecerdasan Spritual Anak

Para orang tua tak boleh melupakan stimulasi berdimensi spiritual pada anak. Stimulasinya bermuatan spiritual ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin, tepatnya ketika anak dianggap mampu menangkap penjelasan-penjelasan Anda. 


Tentu saja stimulasi itu perlu dilakukan bertahap, dengan bahasa sesederhana mungkin, dalam suasana interaksi menyenangkan, dan disesuaikan tahap pemahaman anak.


Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengembangkan kecerdasan spiritual anak, yakni:
  • Berlakulah sebagai "tauladan spiritual" yang sesungguhnya bagi anak. Karena dengan perilaku kita maka Anak akan lebih mudah untuk meniru dan mencerna ajaran spriritual yang Anda berikan. 
  • Ajaklah membaca Kitab Suci bersama-sama, seraya memberi penjelasan atas makna-makna yang terkandung di dalamnya. Bahkan amat baik jika dilakukan sejak masa kehamilan. Seperti musik klasik, lantunan Kitab Suci juga akan menstimulus kecerdasan spiritual Anak.
  • Sertakan anak dalam kegiatan sosial, misalnya acara amal sambil menjelaskan hakekat  terdalam kegiatan itu yang notabene juga berdimensi spiritual. Ajak anak menjenguk orang sakit, mengunjungi penampungan anak-anak terlantar, rumah jompo, rumah yatim piatu dan sebagainya. Dan jelaskan perspektif spiritual dibalik tindakan-tindakan itu.
  • Ceritakanlah kisah-kisah tauladan dari manusia-manusia agung, seperti para Rasul dan Nabi. Bisa juga dengan cara memberi buku-buku cerita tauladan yang menarik agar mereka suka membacanya.
  • Libatkan anak dalam kegiatan ritual keagamaan, sambil menjelaskan makna dari ritual-ritual itu.
  • Putarlah lagu-lagu inspiratif-spiritual dan bernyanyilah bersama anak. Atau dapat pula dengan membaca bersama puisi-puisi inspiratif-spiritual. Sesekali ajak anak untuk membeli kaset lagu-lagu rohani dan biarkan Anak ikut terlibat memilih lagu yang diinginkan.
  • Bimbinglah anak dalam merumuskan visi dan misi besar hidupnya sebagai hambaTuhan, dengan tetap menghargai pandangan-pandangannya.
  • Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak secara santai tentang tema-tema keseharian, sambil menyelipkan perspektif spiritual dan perspektif ilmiah, pada tema-tema itu. Berilah waktu Anak untuk mengemukaan pertanyaan dan dan hargai bila Anak punya pendapat tentang diskusi yang sedang berlangsung. Dengarkan dan beri pujian bila benar, namun bila kurang tepat Anda wajib mengingatkan dengan lemah lembut dan memberi pengertian secara bijak.
  • Sesekali waktu ajak Anak berekreasi ke alam bebas, melihat ombak, panorama indah di gunung sambil menjelaskan tentang Keagungan Tuhan Yang Maha Kuasa. 
Ketahuilah, Anak memiliki sisi spiritual yang harus diisi dan disirami rohaninya agar tidak kering hidupnya dan terarah ke jalan yang benar.

Related Posts:

5 Karakter Anak dan Cara Mengatasinya

Setiap anak pasti memiliki karakter berbeda-beda. Anda perlu mengenali karakter dari masing-masing anak. Hal ini sangat penting karena menyangkut psikologis anak itu sendiri. Di usia 4-5 bulan, anak sudah memperlihatkan karakter dasar dirinya. Namun saat usianya semakin besar, ia mengembangkan karakter dasar tersebut menjadi lebih kuat. 
Dengan mengenali karakter anak maka diharpkan para orang tua tahu cara mengatasi sikapnya. Apakah anak Anda termasuk di salah satu karakter berikut?

1. Aktif

Biasanya anak tidak bisa diam dan selalu siap untuk berlari. Bahkan kadang di dalam rumah sekalipun anak tidak bisa diam, bisa jadi lompat-lompat dari berlari kesana kemari. Bila dalam perjalanan panjang berjalan dengan anak berkarakter ini, berhentilah beberapa kali agar ia bisa berlarian untuk sementara waktu. Berikan permainan yang dapat menyerap energinya seperti bola atau sepeda.
 
2. Happy-go-lucky

Pembawaan anak sangat menyenangkan, mudah bergaul, dan beradaptasi sekaligus mudah tersenyum. Anggaplah diri Anda beruntung jika memiliki anak berkarakter ini. Ia laksana malaikat dan tidak membutuhkan cara khusus untuk mengasuhnya.


3. Sensitif

JIka anak sering rewel dan mudah tersinggung, bicara Anda harus lebih hati-hati karena gampang ngambek. Hindari juga memakaikan baju berbahan gatal seperti wol, potong label pakaiannya, jangan terlalu lama dalam perjalanan atau berbelanja, ia akan mudah sekali rewel.



4. Pemalu / penakut

Biasanya anak lengket, menempel pada orangtua dan sering gelisah. Tidak usah memaksakan ia untuk berhubungan dengan orang lain (namun juga jangan terlalu dilindungi). Tetaplah mengantar jemputnya dan tidak ditunggui di sekolah, dan batasi tamu yang datang saat Anda mengadakan acara ulang tahun untuknya.

5. Pemarah

Keras kepala, sering menangis saat gagal melakukan sesuatu. Biarkan ia bergaul dengan teman-temannya dan belajar mengatur emosinya. Lama kelamaan ia juga akan terbiasa. Lakukan aktivitas rutin bersamanya, misalnya gosok gigi bersama mama sebelum tidur.
Untuk karakter ini usahan Anda bisa memberikan pengertian dengan dongeng-dongeng atau diajak bicara ringan. Alihkan amarahnya dengan sesuatu yang bisa menyita perhatiannya.


Related Posts:

Kenali Rahasia Keajaiban Balita

Menilik tingkah laku balita pastinya kita akan banyak merasa takjub akan tumbuh kembang balita. Dari yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa terbahak-bahak hingga jengkel dibuatnya.


Apapun yang dilakukan balita itu adalah bagian dari pertumbuhan emosi dan fisik balita. Dalam masa-masa tersebut, selayaknya orang tua memahami kenapa balita berbuat begitu? Jawabanyya adalah balita belum mengenal isi dunia, sehingga balita sangat tertarik dengan hal-hal baru dan ingin mengetahui isi dunia yang baru dikenalnya.

Beberapa rahasia keajaiban balita adalah:

Suka Meniru

Melihat aktifitas orang atau lingkungan di sekitar, entah itu ayah, ibu, atau kakak, adalah panutan balita. Sebagai “fans berat”, ia akan meniru segala sesuatu yang dilakukan idolanya. Tidak heran jika sekarang para balita sudah pintar bermain game atau berselancar di smartphone. Kadangkala beraksi seolah-olah menerima telephone penting dengan berucap “hallo…hallo…” padahal tidak ada panggilan.

Dengan melihat acara televise, anak juga suka meniru menari, menyanyi atau beraksi seperti superhero.


Suka Main Pura-Pura

“Ciluk…Ba….”, permainan ini sangatlah disukai para bayi hingga balita. Permainan pura-pura hilang, pura-pura tidak melihat. Kadangkali suka bermain melihat pura-pura menangis maka balita akan tertawa terbahak-bahak.

Suka Bertanya Apapun yang dilihat atau terlintas dalam alam pikirnya, balita akan mengajukan pertanyaan terus tanpa kenal lelah, ciri khas balita dari belahan dunia mana pun. Mulai dari pertanyaan kritis dan membuat kita takjub. Dalam hal ini kadangkala orang tua kurang sabar dan menganggap cerewet atau banyak omong, ketahuilah bahwa balita yang banyak bertanya biasanya cerdas dan kritis bahkan ada rasa empati dengan lingkungan sekitarnya. Maka orang tua harus memberikan jawaban yang bisa diterima balita dengan memberikan pengertian sebaik-baiknya.

Suka kata-kata baru yang bersifat mengagetkan

Bruk! Dor! Gedebuk! Wuss! Coba ucapkan kata-kata itu di depan bayi. Pasti dia tersenyum. Kalau diucapkan di depan balita? Dia bisa tertawa terbahak-bahak sampai berguling-guling di lantai.

Suka Mengulang-Ulang

Coba saja bila kita mengenalkan permainan baru yang sebetulnya untuk mengalihkan perhatiannya saat menangis, jika balita tertarik, maka bisa berjam-jam kita diminta untuk mengulanginya. Balita bisa minta dibacakan buku cerita yang sama 350 kali tanpa bosan sedikit pun. Atau, menceritakan lelucon yang sama berulang kali sembari tertawa terbahak-bahak. Padahal, telinga Anda sudah merah lantaran mendengarnya berulang-ulang.

Banyak balita yang suka mendengarkan musik, video klip nyanyian yang sama berulang-ulang. Begitu suka, maka bisa seharian nyanyian itu akan diputar sepanjang waktu.


Suka Menjelajah

Semua benda di rumah menjadi obyek penjelajahan dan sasaran rasa ingin tahu balita. Bahkan barang-barang yang tanpak “takbermutu”, seperti kotak sabun, plastic bekas, dan botol air mineral, dianggapnya harta karun. Jangan heran balita bukan hanya sibuk menjelajahi dunia luar, balita juga asyik menjelajahi alam pikirannya sendiri. Inilah saatnya dia bermain dengan imajinasi. Jangan buang kardus bekas pembungkus barang elektronik, karena itu bisa menjadi bahan pembuat kapal perang atau kereta kencana.

Suka Melompat-lompat

Untuk menakar seberapa kemampuannya berjalan, berlari dan melompat, jangan heran bila balita menjadikan berbagai macam benda landasan melompat; kasur, lantai, paving-block di taman, hingga anak tangga!. Dengan inilah cara balita berolah raga dan menguatkan tulang-tulangnya serta mengasah kemampuan motoriknya.

Related Posts:

Apa signifikansi Magic Words dalam Kehidupan Anak?

Orang tua adalah "guru" pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak. Komunikasi atau berbicara adalah hal pertama yang dapat diajarkan orangtua pada anaknya. Dalam berkomunikasi, kata-kata ajaib (magic words) seperti Maaf, Tolong, Permisi dan Terima kasih harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini.


Dengan terbiasa menggunakan kata-kata ajaib dalam berkomunikasi, anak-anak kelak akan mempunyai attitude yang baik, yang akan mendukung mereka dalam memperoleh aptitude dan altitude dalam kehidupan.

Memang Ada banyak tugas yang harus diajarkan pada si kecil oleh orang tua. Semakin cepat mengajarkannya, maka hasilnya juga makin baik. Setidaknya ada tiga kata magic yang harus Anda teladankan pada buah hati, antara lain:

Maaf

Ucapan maaf yang tulus dapat menghapuskan kemarahan seseorang. Kata maaf tidak hanya diucapkan saat kita membuat kesalahan yang besar, tapi dalam menyampaikan pendapat yang sekiranya bertentangan dengan pendapat orang lain pun, kata maaf akan sangat signifikan maknanya bagi lawan bicara. Kata ajaib ini juga diucapkan kepada lawan bicara tanpa memandang status sosial dan kedudukan.

Semenjak kecil, biasakan mengajarkannya untuk mengatakan maaf jika melakukan hal-hal yang seharusnya tak ia lakukan. Sebaliknya, jangan ragu meminta maaf pada mereka jika memang Anda yang melakukan kesalahan. Justru ini bisa menggambarkan kebesaran hati dan menjadi contoh yang baik baginya.

Tolong
Ketika seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu, kesan memerintah akan membuat orang lain tidak senang. Namun, dengan kata ’tolong’, lawan bicara akan merasa dihargai, dan kesan memerintah tidak akan dirasakannya.

Sama seperti kata maaf, tolong menjadi salah satu ungkapan yang harus Anda ajarkan pada si kecil. Ada unsur penghargaan yang lebih dalam kata ini, sekaligus membuatnya terlatih bersikap sopan. Mintalah ia selalu mengucapkan kata ini tiap ingin meminta bantuan orang lain.


Permisi
Setiap bahasa mengenal kata permisi, sebagai wujud permohonan izin, bahkan dalam bahasa daerah Sunda ada kata “Sampurasun”, Jawa “Kulonuwun” atau di darerah Bali, kata “tabek” dan “sugra” yang berarti permisi digunakan ketika seseorang lewat di depan orang lain yang duduk lebih rendah, sebagai wujud rasa hormat, yang dalam bahasa dan budaya Barat tidak berlaku. Kata "permisi" juga diucapkan ketika seseorang memasuki rumah, kantor orang lain, atau sebagai tamu disaat kita mau duduk.

Terima Kasih

Kata terakhir yang harus diajarkan padanya adalah terima kasih. Saat si kecil melakukan sesuatu untuk Anda, maka jangan ragu mengucapkan kalimat magic ini. Tak perlu memberikan hadiah, karena ungkapan ini telah menjadi bentuk penghargaan untuknya. Begitu juga untuk buah hati, mintalah ia mengucapkan kalimat ini tiap seseorang menolongnya.

Membiasakan mengucapkan terima kasih tidak hanya kepada atasan atau orang yang lebih dihormati, sesungguhnya merupakan sebuah cara untuk menghormati diri sendiri dan menempatkan orang lain di posisi yang terhormat, sehingga mereka merasa dihargai dengan ucapan terima kasih kita.

Apa signifikansi Magic Words dalam Kehidupan?
Seseorang yang terbiasa menggunakan kata-kata ajaib; terima kasih, maaf, permisi, dan tolong dalam kehidupannya, pasti lebih dihargai karena dengan terbiasa menggunakan kata-kata ajaib tersebut sesuai dengan konteks situasi berarti menghargai lawan bicaranya atau orang-orang yang berinteraksi dengannya. Mengucapkan kata-kata ajaib sesungguhnya tidaklah sulit, asalkan dibiasakan dan diucapkan dengan tulus (sincere). Signifikansi kata-kata ajaib ini dalam berkomunikasi dapat dirasakan oleh lawan bicara yang berdampak pada rasa dihargai dan dihormati. Kata-kata tersebut sangat sederhana namun dampaknya sangat luar biasa.

Oleh karenanya, siap orang tua tidak boleh membiarkan begitu saja Anak-Anak berlaku tidak sopan, pendidikan sopan santun harus ditanamkan sejak dini agar perilaku Anak bisa dikendalikan dan akan mempengaruhi sikap mental dalam pertumbuhannya.

Related Posts:

Dampak Homeschooling Bagi Anak

Beberapa tahun belakangan, dalam dunia pendidikan di Indonesia marak memperbincangkan kehadiran homeschooling. Lantas, pernahkah terpikirkan oleh Anda, untuk mendaftarkan buah hati pada pendidikan home schooling?

Homeschooling adalah tempat belajar yang ramah anak. Materi pendidikan yang diberikan sama seperti sekolah biasa pada umumnya. Tapi yang berbeda di home schooling, siswa akan terdidik lebih terfokus dan lebih individual, sehingga anak akan mengerti dengan jelas materi yang diajarkan, karena dalam satu kelas terdiri dari lima hingga 10 orang siswa anak saja. Pengajar juga bisa menjadi lebih komunikatif terhadap anak-anak.
Anak yang memilih homeschooling adalah anak-anak yang merasa belajar tak perlu di sekolah, atau merasakan tekanan belajar di sekolah. "Mereka yang memilih homeschooling adalah yang merasa sekolah tidak harus di sekolah. karena prinsip homeschooling seperti sebuah produk minuman, kapan saja, dimana saja, siapa saja, Seto Mulyadi yang memiliki Home Schooling Kak Seto (HSKS) di bilangan Bintaro, menilai ada banyak anak yang berprestasi dari non-formal tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak harus dicapai dari bangku sekolah formal yang sepekan mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Namun sebelum membuat keputusan, ada baiknya Anda mengenal dunia homeschooling terlebih dahulu. Apa keunggulan homeschooling dibanding sekolah-sekolah lainnya? Apa Dampak Positif dan Negatifnya.

Dampak Positif
  • Siswa akan terdidik lebih terfokus dan lebih individual, sehingga anak akan mengerti dengan jelas materi yang diajarkan
  • Menghindarkan anak dari pengaruh buruk lingkungan sekolah, seperti bullying.
  • Menjauhkan anak dari nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai keluarga.
  • Bisa Belajar di rumah dengan tutor yang bisa dilakukan sendiri oleh orang tua atau mendatangkan tutor dari lembaga homeschooling.

Dampak Negatif

  • Penilaian yang subyektif terhadap kemampuan anak, bila orang tua menjadi tutor.
  • Kemungkinan menghadapi kesulitan beradaptasi ketika anak ingin masuk sekolah umum. Ia tidak terbiasa dengan tradisi persekolahan.
  • Bila keputusan untuk memilih pendidikan metode homeschooling bukan pilihan anak, atau bersifat paksaan dari orang tua karena alasan prestise saja. Karena dalam lima tahun terakhir, perkembangan home schooling kian meningkat. Masyarakat dari kalangan menengah ke atas banyak memasukkan anak mereka ke pendidikan rumahan atau home schooling

Karakteristik anak yang pas masuk Homeschooling

  • Tidak suka rutinitas.
  • Peka memanfaatkan lingkungan sebagai sumber informasi.
  • Pelajar yang memiliki kegiatan di luar sekolah seperti olahragawan atau juga artis adalah murid-murid yang memilih homeschooling. "Misalnya seorang atlet, ketika dia akan mengikuti sebuah turnamen, maka dia akan izin dalam beberapa waktu untuk tak hadir di sekolah. Maka mereka memilih homeschooling karena waktu belajar lebih fleksibel. Sama halnya juga dengan artis,"

Related Posts:

Apa Motivasi Dibalik Tangisan Seorang Anak

Jika Bayi sering menangis itu masih wajar, namun apabila terlalu sering menangis, terkadang bahkan tanpa diketahui alasannya, maka perlu diketahui apa motivasi Anak menangis baik yang balita dan terutama Anak yang sudah mulai sekolah Dasar.


Walau secara unik bagaimana anak sering menangis karena alasan sepele atau hal-hal yang tak jelas, namun para ahli berpendapat bahwa selalu ada alasan di balik tangisan seorang Anak dan balita biasanya memiliki tiga motivasi dasar ketika menangis yakni :

Meminta perhatian

Menangis biasanya dilakukan anak untuk meminta perhatian, barang, atau aktivitas. Mereka melakukannya untuk menyuruh orang tua, Para pencari perhatian biasanya memulai dengan bertingkah sangat manis dan menyenangkan. kemudian ketika perhatian orang tua mereka teralihkan, mereka akan mulai rewel untuk mendapatkan perhatian lagi.

Cara mengatasinya adalah dengan tak melakukan apa-apa. Orang tua sebaiknya tetap mengabaikan anaknya ketika mereka mulai rewel meminta perhatian, tentu saja dengan catatan bahwa pengabaian ini tak berdampak buruk pada anak. Jika orang tua terus memberikan perhatian mereka ketika anak menangis, ini membuat anak mempelajari bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian orang tua. Selanjutnya dia akan terus menangis.
Menghindari perintah

Berkebalikan dengan sebab nomor satu, anak dan balita juga suka menangis untuk menolak perintah dari orang tua mereka. Misalkan untuk tidur atau membersihkan mainannya. Jenis tangisan ini dilakukan untuk mengulur waktu agar mereka tak disuruh melakukan hal yang tidak mereka sukai. Selain itu, anak akan menangis karena merasa perintah orang tua mengganggu hak otonomi mereka.

Jika ini terjadi, jangan abaikan anak. Mengabaikan jenis tangisan ini justru bisa berdampak buruk. Sebaiknya orang tua memberikan penjelasan yang baik pada anak untuk melakukan sesuatu sebelum dia mulai menangis. Ketika meminta anak melakukan sesuatu, orang tua juga bisa menawarkan bantuan sehingga mereka merasa tidak kesulitan dan mau melakukannya.

Menjaga konsistensi

Para ahli menyarankan agar jika orang tua tak bisa menghentikan tangisan anak mereka, sebaiknya biarkan mereka menangis. Karena ketika orang tua sudah 'dikalahkan' oleh tangisan, anak-anak akan terus melakukannya sebagai bentuk konsistensi.

Membandingkan hal ini dengan cara kerja mesin game slot. Biasanya seseorang akan terus memainkan permainan tersebut meski mereka tidak mendapat keuntungan di dalamnya. Begitu juga dengan tangisan anak.

Itulah beberapa alasan psikologis ketika anak menangis dan cara mengatasinya. Lain kali kenali dengan jelas alasan di balik tangisan anak Anda sebelum menghadapi untuk menenangkan Anak.

Related Posts:

Manfaat Optimal Musik Pada Kecerdasan Anak

Apa Manfaat Musik Bagi Kecerdasan Anak ?

 


Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. 

Dra Linda Primana MSi Psi, menambahkan mengenalkan musik pada anak bukan hanya berpengaruh pada kecerdasan saja melainkan juga dampak psikologisnya. Terlebih bila anak mampu memainkan alat musik sendiri, akan menambah nilai positif baginya.

Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Bagaimana Mendapatkan Manfaat Optimal Dari Musik?


1. Kenalkan Nyanyian dan Alat Musik Sederhana
Untuk mendapatkan manfaat optimal dari musik yakni kecerdasan, maka anak harus aktif bermain dengan musik. Pada awalnya, yang dipakai tidak harus alat musik yang sesungguhnya. Ia harus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam menyanyi, menari ( gerakan kreatif ), mendengarkan dan memainkan alat musik. Kombinasi ini dinamakan keterampilan membuat musik secara aktif.

Musik dapat menjadikan anak pintar terutama di bidang logika matematika dan bahasa. Keindahan musik adalah kata-kata yang menyatu dengan nada, sehingga anak memiliki keinginan yang kuat untuk bergabung di dalamnya dan tanpa disadari anak turut ber­dendang dengan kata-katanya sendiri  misalnya dengan menyanyikan ba..ba..ba..ba..ba, mengetuk-ngetukkan atau menjentik-jentikan jari-jari tangan atau mengangguk-anggukkan kepala setiap kali mendengar irama musik dan sebagainya. Tapi keinginan untuk mengikuti lagu yang ia dengar, akan mendorongnya untuk berlatih terus menerus.

2. Beri Kesempatan Bermusik dan Menggunakan Alat Musik 
Seperti dalam belajar berbicara, anak harus mendengar suara orang bicara. Kemampuan berbahasanya tidak akan lengkap jika ia tidak mendapat kesempatan berbicara dengan orang lain. Demikian pula dengan musik. Ia harus punya kesempatan membuat musik secara aktif. Mendengar musik tanpa punya kesempatan memproduksi musik sama saja mendengarkan bahasa tanpa punya kesempatan berkomunikasi dengan orang lain.

Musik dapat mem­bantu anak yang kurang pandai berbicara untuk menyalurkan perasaan dan emosi yang terpendam. Bermain musik dapat memicu kepintaran kinestetis atau kepintaran gerak tubuh dan mengurangi stress anak. Jadi bila anak sedang suntuk atau kesal, dengan bermain musik atau mendengar musik beberapa menit, pasti akan menyegarkan otak si anak.


3. Ajak Bernyanyi

Salah satu kegiatan bermusik yang paling mudah dan mungkin pertama kali dilakukan anak adalah bernyanyi. Saat ini, karena kesibukan orang tua pada masa kini dan sejalan dengan berkembangnya, industri musik membuat  musical play ( kegiatan bermasin yang melibatkan musik ) dan bernyanyi, dilupakan dan digantikan dengan CD yang berisi dentuman energik drum dan lagu-lagu anak yang lucu.

Musik mampu mempenga­ruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Musik dapat mengoptimal­kan perkembangan intelektual anak dan musik juga bisa membuat anak jadi cerdas sekaligus kreatif, musik juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Dengan musik anak akan peka terhadap lingkungannya, karena di dalam musik ada bagiannya masing-masing, seperti musik pop, dangdut, jazz, klasik, ataupun rock. Tidak hanya itu, jika seluruh fungsi anggota tubuh dirangsang dengan cara bermusik maka akan menjadikan anak lebih disiplin dan cepat tanggap.

4. Buat Anak Nyaman Bermusik

Ciri anak yang memiliki percaya diri yang tinggi adalah menyukai tantangan baru, mandiri, mengambil tanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka, serta memiliki percaya diri serta rasa bangga pada kemampuan yang mereka miliki. Belajar musik dapat membantu anak menjadi percaya diri dan matang. Saat anak-anak tampil di depan penonton , guru, keluarga, orangtua, dan teman-teman akan membangun rasa percaya diri mereka.

Memainkan alat musik juga akan memunculkan ekspresi diri dan kreativitas. Kemampuan mengekspresikan diri, kelak akan membuka pintu kesempatan yang luar biasa bagi masa depannya.  
 

Musik klasik sangat bagus untuk mengembangkan ima­jinasi kreatif anak; membangun perasaan pada anak memberi banyak pengalaman seni kreatif. Contohnya, menari, menggambar sesuai dengan irama musik yang didengar oleh anak. Musik dapat menentukan suasana hati yang meng­gairah­kan anak untuk membuat sesuatu
Selain itu, musik dapat meningkatkan perkembangan motoriknya, termasuk upaya anak saat belajar merangkak, berjalan, melompat dan lari.

Sebagai orang tua pastinya harus bisa memilihkan lagu yang baik buat perkembangan Anak mengingat saat ini banyak juga musik atau lagu-lagu dewasa yang kurang layak jika diperdengarkan pada Anak usia dini. 

Related Posts:

Agar Hadiah Dikenang Anak Hingga Dewasa

Memberi hadiah tidak harus mahal, tapi memberikan ruh pada hadiah itulah yang terpenting seharusnya. Memberi hadiah tentu baik dan sehat buat hubungan orang tua-anak. tetapi sebuah hadiah juga harus memperhitungkan aspek lainnya agar tidak menjadikan anak manja. Kekhawatiran bahwa pemberian hadiah dapat menjadikan anak manja masuk akal, bila hadiah diberikan terlalu banyak atau terlalu mewah atau bersifat manipulatif.


Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar Hadiah kita dikenang Anak hingga dewasa:

Penuh Ketulusan Hati 
Anak-anak sangat peka perasaannya. Kalau hubungan orang tua-anak bersifat manipulatif, maka kemungkinan hadiah menjadikan anak manja akan semakin besar. Jadi, pemberian hadiah haruslah dijauhkan dari hubungan manipulatif orang tua-anak ini, sehingga betul-betul menjadi pemberian yang bermakna dan berkesan.
Disamping itu sering sekali orang tua sembrono, saat Anak melakukan kesalahan, secara tidak sadar orang tua suka mengungkit-ungkit hadiah yang sudah diberikan. Hal ini membuat Anak tidak nyaman bahkan bisa jadi akan membuang hadiah Anda.

Penuh Suka Cita
Hadiah tidak selalu berupa barang, suasana yang ceria dalam memberikan hadiah, memberi kesan tersendiri bagi Anak. Misalnya Anak-anak suka memasak dengan orangtuanya. Menghabiskan waktu bersama sambil memasak kue atau makanan kegemarannya pasti akan menjadi hal yang menyenangkan.
Banyak sekali Anak-anak yang sudah dewasa bercerita bagaimana atau kapan mereka pertama kali diajari masak kue, umur berapa sudah bisa masak kue dan itu ada rasa kebanggaan tersendiri.   

Penuh Kejutan Yang Menyenangkan
Hadiah itu tidak perlu yang mahal, asal dikemas dan dirancang dengan hati-hati. Juga gunakan aktivitas sebagai salah satu bentuk hadiah bagi anak. Dalam hal ini misalnya berekreasi bersama ke pantai atau gunung atau jalan-jalan, dan sebagainya.


Penuh Manfaat Bagi Anak
Setiap orang tua pasti pernah menghadiahkan anaknya mainan terutama di hari-hari khusus. Akibatnya, rumah penuh dengan mainan yang berserakan. Sesungguhnya banyak hadiah selain mainan yang banyak bermanfaat di masa depan anak, diantaranya : 
  • Les musik, tari, berkuda, renang, atau menggambar adalah cara yang baik untuk mendorong anak-anak pada minatnya. Biarkan mereka tahu bahwa Anda memperhatikan mereka dan apa yang mereka nikmati. 
  • Ajak Anak ke sebuah lembaga amal, ini adalah hadiah terbaik dari keluarga. Banyak keluarga muda yang ingin menikmati liburan di alam terbuka sekaligus memberikan tantangan untuk mereka.
  • Pakaian atau Mantel, Jaket bahkan hal kecil sekedar sleyer bisa dikenang Anak hingga dewasa asal tidak terlalu sering.
Penuh Harapan dan Doa
Hadiah paling indah adalah dimana hadiah tersebut diberikan dengan sebuah doa dan harapan dari orang tua. Anak akan sangat terkesan bahkan ingin menjaga barang tersebut hingga dewasa karena ada ruh yakni doa dari orang tua yang takkan tergantikan nilainya.

Related Posts:

10 Tips Mengatasi Stres Pada Anak


Di jaman yang serba canggih, orang tua sebaiknya tidak hanya menuntut anak untuk mendapatkan nilai bagus saja tanpa memikirkan perasaan dan apa yang menjadi beban Anak yang mana bisa memacu stres pada anak. Orang tua harus berperan aktif membantu anak mengatasi stress agar tidak berkembang menjadi lebih parah yang dapat mempengaruhi psikologi dan kesehatan anak. Apa yang harus dilakukan orangtua membantu anak menghadapi stress? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua.

1. Cari Penyebab Stress pada Anak
Orang tua harus mengetahui penyebab stress pada anak. Mengetahui penyebab stress pada anak akan membantu orangtua turut mengatasi masalah yang dihadapi anak. Karena penyebab Stres  sangat beragam. Mungkin karena Nilai Ujian Jelek, Ketakutan yang berlebihan, Kesepian, Kurang Kasih Sayang, Rutinitas Yang Membosankan, Kurang Dihargai atau Kurang Nyaman.

2. Bantu Anak Mengungkapkan Perasaannya
Mengungkapkan perasaan membantu mengurangi beban perasaan. Anak mungkin merasa khawatir, gugup, takut, dsb. Tanyakan pada anak mengenai perasaannya.

3. Hargai Perasaan Anak
Hargai perasaan anak dan jangan menyalahkan perasaanya atau melemahkan psikologisnya. Memarahi anak saat stress tidak akan membantu. Dorong ia untuk optimis bhwa ia akan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya.

4. Bantu Anak Tidur Rileks dan Nyaman
Stress dapat menyebabkan anak susah tidur. Musik pemulihan dan musik relaksasi dapat membantu tidur lebih rileks dan nyaman. Menemani anak tidur atau memberikan pijatan ringan dapat membantunya lebih rileks.

5. Habiskan Lebih Banyak Waktu yang Menentramkan Anak
Luangkan waktu lebih banyak untuk mendukung pemulihan kondisi kejiwaan anak. Bernyanyi, bermain dan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan meningkatkan kualitas kebersamaan.

6. Berikan Makanan Sehat
Stress dapat menghilangkan selera makan dan mengubah pola makan. Makanan sehat membantu anak tetap bugar. Fisik yang sehat memperkuat kondisi mental.

7. Berikan Ruang Untuk Berekspresi
Melakukan kesenangan yang positif dapat membantu menghilangkan stress. Menggambar, menyanyi, bermain musik, dsb dapat membantu anak menghilangkan stress.

8. Bermain
Bermain membantu anak untuk menghilangkan stress. Bermain tidak hanya menyalurkan energi secara positif namun juga berinteraksi secara sosial dengan orang lain.

9. Bebaskan Dari Rutinitas Yang Membosankan
Anak juga membutuhkan waktu untuk berlibur dari rutinitas mereka setiap hari. Mengerjakan PR, Les Tambahan, Belajar Kelompok sangat menguras pikiran mereka. Ajaklah mereka berlibur sesekali dalam sepekan atau sebulan, tidak perlu liburan yang mewah, cukup ke area yang dekat dari rumah Anda juga bisa membuatnya senang.

10. Berikan Hadiah
Anak-anak sangat suka jika diberi hadiah, apapun yang anda beri akan membuat Anak merasa senang dan dihargai. Dengan begitu emosi Anak akan mengalihkan dan mengurangi stress yang dialami.

Related Posts:

5 Cara Melatih Anak Bersosialisasi

Paada kasus anak yang merasa ketakutan ketika bertemu dengan orang lain, menurut pakar psikolog, itu merupakan suatu keterlambatan dalam beradaptasi. Padahal kemampuan untuk berinteraksi harusnya sudah dilatih sejak dini. Jika tidak, anak akan menjadi susah berinteraksi dengan orang dan lingkungan yang baru.


Terkdang kita temui anak yang susah untuk diajak untuk berkomunikasi dengan orang asing, bahkan ada yang sampai merasa ketakutan karenanya. Tak hanya dengan orang asing saja, namun juga kepada kerabat yang sudah lama tak ditemuinya, si kecil sulit sekali berinteraksi walau hanya sekedar membalas sapaan.

Anak membutuhkan waktu yang lama untuk mengenal mereka semua. Nah, untuk mengatasi hal seperti ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak agar bisa beradaptasi dengan baik.

5 Cara Melatih Anak Bersosialisasi


1. Ajak anak ke berbagai tempat baru.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah selalu mengajak anak ke berbagai tempat. Terutama tempat-tempat yang belum pernah dia kunjungi. Dengan langkah ini, diharapkan anak akan terbiasa dengan keadaan, suasana dan orang-orang baru lainnya dan yang paling tepat adalah tempat wisata atau taman bermain umum.

2. Memberikan pemahaman dan gambaran.

Setelah Anda mengajak ke berbagai tempat, Anda juga perlu memberikan pemahaman dan gambaran mengenai keadaan yang dia lihat. Dengan begitu, anak dapat mengenal lebih jauh mengenai kondisi yang baru dilihatnya.


3. Ajak berdiskusi.

Seringlah melakukan diskusi bersama dengan buah hati Anda. Langkah ini bisa melatih anak agar bisa lebih fasih berkomunikasi. Selain itu, si kecil pun bisa menyampaikan atau bertanya terkait kejadian-kejadian yang baru ditemuinya.

4. Beri kebebasan bergaul.

Kadangkala anak butuh untuk bergaul sesuai dengan pilihan dan keinginannya sendiri. Langkah ini dapat mengasah sifat kemandirian si kecil. Jangan sampai membatasi anak untuk bergaul, namun Anda harus tetap mengontrolnya sehingga bisa bersosialisasi pada keadaan yang benar.

5. Beri fasilitas tambahan.

Yang terakhir adalah memberikan fasilitas tambahan. Yang dimaksud adalah biarkan anak mencari informasi dan pengetahuan mengenai lingkungannya melalui fasilitas lain, seperti melalui media. Dengan begitu, wawasan anak dalam mengenal lingkungan tidak hanya didapatkan dari orang tua saja, akan tetapi bisa melalui fasilitas lain.

Related Posts:

Menjadi Sahabat Terbaik Bagi Anak

Setiap orang tua pasti ingin menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Menginginkan agar di kecil dapat berbagi cerita kepada orang tuanya. Dan pada akhirnya orang tua bisa memposisikan dirinya dan bisa menjadi sahabat terbaik bagi anak. Agar si kecil dapat nyaman dalam berhubungan dengan orang tua.

Tak lain tujuan dari semua itu adalah supaya anak dapat dengan nyaman menkomunikasikan apa yang menjadi kebutuhan. Namun, terkadang orang tua membatasi diri sehingga kurang bisa dimengerti oleh anak. Dari itulah orang tua harus bisa memilah keadaan.

Yang baik adalah memang orang tua harus bisa menjadi sahabat anak, maksudnya di sini sahabat yang tidak di setiap saat atau kondisi. Ada kondisi tertentu orang tua juga harus berperan sebagai pemberi informasi yang tentunya posisinya di atasnya anak.



Orang tua harus menjadi sahabat bagi anak, saran itu kerapkali muncul ketika orang tua sedang membicarakan mengenai pola asuh. Namun bagaimana wujud dari sahabat anak? Karena jika salah menghadapi buah hati, bisa-bisa si kecil malah kurang menghormati Anda sebagai orang tua. Triknya adalah tetap harus ada batasn antara anak dan orang tua.

Saat Bermain

Orang tua bisa menjadi sahabat anak hanya ketika anak bermain, atau dalam kegiatan yang menyenangkan lainnya, atau ketika anak sedang bercerita atau berbagi dengan orang tua. Sedangkan pada kondisi lain, orang tua harus tetap dalam memegang perannya sebagai pemberi informasi anak, tidak sejajar dengan anak.

Memang orang tua harus memberikan batasan yang jelas, karena anak masih kurang wawasannya dan daya nalarnya masih rendah karena masih dalam proses. Oleh karenanya orang tualah yang harus memberi batas agar anak mengerti. Jika tidak, akibatnya anak bisa "ngelunjak" pada orang tua.



Selain itu, orang tua sebagai sahabat anak bukan berarti Anda harus mengikuti semua kemauan anak, Anda tetap punya hak untuk membuat keputusan jika memang apa yang dimau anak kurang baik. Namun tentu cara penyampaiannya harus dengan baik. Pokoknya, apapun yangAnda lakukan pada anak, Anda harus tetap mengkomunikasikannya pada anak.

Misalnya saja ketika anak waktunya untuk tidur, maka Anda harus menyuruh anak untuk segera tidur. Jelaskanlah pada si kecil bahwa dia perlu istirahat karena besok tentu membutuhkan energi untuk melakukan bermain misalnya. Itu semua untuk kepentingan anak sendiri.

TetapTegas

Dari contoh di atas, Anda bisa menggunakan power terhadap anak, namun bukan dalam bentuk kekerasan atau memarahi, melainkan memberi penjelasan pada anak dengan baik. Dengan begitu, tentu anak akan paham maksud dari orang tuanya, si anak tidak merasa dibohongi atau dimanipulasi.

Dengan arahan demikian, anak akan menghargai orang tua dan mengerti norma atau nilai yang ada bahwa anak harus menghormati orang tuanya.

Terkadang pola pikir orang tua salah, mereka pikir dengan menjadi sahabat anak berarti menjadi lunak. Padahal menjadi sahabat anak itu juga harus bisa menjaga anak. Dengan bersikap tegas dan kritis kepada anak, maka Anda sudah mengajari anak untuk mengerti mana yang benar dan mana yang salah.

Dengan bersikap lunak, sebenarnya itu malah akan menjerumuskan anak yang akibatnya anak akan kurang respek dan bisa saja memanfaatkan Anda.

Related Posts:

Kiat Smart Mengatasi Anak Ngambek

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak tiba-tiba saja bersikap ngambek. Salah satunya adalah karena keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya. Ngambek ini merupakan perwujudan marah anak yang sebenarnya bukan termasuk kesalahan pada pengasuhan orang tua maupun kesalahan anak sendiri.

Sikap ngambek adalah bentuk ekspresi anak dalam melakukan protes atau amarahnya. Sikap ngambek ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah tidak terpenuhinya keinginan anak.


Selain dengan membangun komunikasi, menenangkan anak dengan sentuhan kasih sayang bisa menjadi solusi paling tepat daripada harus memanjakan dengan menuruti segala keinginan anak.

Sikap ngambek anak bisa jadi protes karena perlakuan kedua orang tuanya yang kemudian mereka mengekspresikannya bermacam-macam, misalnya saja:
  • Anak tiba-tiba diam membisu.
  • Anak tiba-tiba menampakkan raut muka cemberut.
  • Anak tiba-tiba memilih duduk di pojok ruangan,
  • Anak menangis sambil berguling-guling.



Jangan Langsung Dipenuhi

Nah, itu semua bisa jadi tanda anak sedang ngambek dan meminta orang tuanya untuk mendekat dan menenangkannya. Anak-anak bisa saja ngambek tanpa mengenal waktu dan tempat, seperti di pusat perbelanjaan, di rumah makan atau bahkan di jalanan.

Setiap anak punya cara yang berbeda-beda untuk memperlihatkan sikap ngambeknya. Jika mereka ngambek karena keinginannya tidak terpenuhi, maka orang tua jangan langsung memenuhi keinginan si anak. Karena hal ini akan berdampak tidak sehat pada mental anak. Nantinya mereka akan tumbuh menjadi anak yang manja.


Sebaiknya para orang tua tidak terkecoh dengan sikap ngambek anak karena tidak jarang anak-anak memanfaatkan ngambek sebagai senjata untuk meluluhkan hati mereka. Sebaliknya, orang tua disarankan agar bisa berkomunikasi dengan anak atas sikap ngambek mereka.

Tenangkan Lewat Sentuhan

Sikap orang tua yang benar ketika anak mereka ngambek akadalah dengan bersikap tenang, dan ini merupakan langkah pertama atau tips yang harus diambil. Setelah mampu membawa diri dengan bersikap tenang, maka orang tua akan lebih mudah menenangkan anak.


Langkah kedua yang disarankan adalah dengan memberikan sentuhan kepada anak yang ngambek seperti memegang tangan, mencium atau menggendongnya. Menurut banyak penelitian, sentuhan pada anak bisa menenangkan. Dengan sentuhan, orang tua akan berusaha memahami perasaan serta memposisikan dirinya sebagai anak, sehingga ia tidak akan ikut marah saat anak ngambek.

Jangan memarahi anak yang sedang ngambek, apalagi memarahi anak di tempat umum.

Jangan Memarahi

Setelah hati anak sudah bisa ditenangkan, ajaklah ia bicara dan mengatakan bahwa tak semua yang kita inginkan selalu bisa terpenuhi saat itu juga. Dan ingat satu lagi, ketika menghadapi anak ngambek, hindari berkata, "Jangan ini atau Jangan itu".
Karena hal itu akan membuat anak lebih lama lagi ngambeknya, bisa jadi malah makin memberontak.

Jangan memarahi anak yang sedang ngambek, apalagi memarahi anak di tempat umum. Anak dan orang tua akan menjadi malu sehingga mempengaruhi psikologi anak nantinya.

Related Posts:

Label